Header Ads Widget

Contoh Pendapatan Pasif Untuk Menambah Penghasilan




Pendapatan pasif
Pendapatan pasif/angsawatara.com

Pendapatan pasif didapatkan oleh seseorang atas kegiatan ekonomi yang dia lakukan tanpa perlu berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Pendapatan pasif tetap bisa mengalir bahkan ketika kita sedang tertidur bahkan saat kita sedang tidak melakukan apapun. 

Pendapatan pasif membutuhkan tenaga kerja yang minimal untuk mendapat dan mempertahankan penghasilan yang optimal. Caranya adalah dengan membiarkan aset yang bekerja untuk kita. Aset adalah semua kekayaan yang kita miliki secara pribadi atau kelompok yang berwujud (tangible) atau tidak berwujud (intangible), yang memiliki nilai dan memiliki manfaat bagi semua orang atau perusahaan. 
Aset yang berpotensi untuk mendapatkan dan meningkatkan penghasilan harus kita optimalkan. Misalnya aset berwujud berupa harta benda yang keberadaannya dapat disentuh secara fisik dan terlihat kasat mata seperti tanah, bangunan, mesin, surat berharga, persediaan bahan, peralatan kantor, android, laptop, komputer, kendaraan dan lain-lain, bisa kita optimalkan dengan cara kita sewakan, kita kontrakkan, kita pakai untuk ngonten, mendesain sesuatu, memproduksi dan menghasilkan sesuatu yang bisa menghasilkan secara  kontinyu dan terus menerus.

Aset yang tidak berwujud yang memiliki keberadaan tidak secara fisik. Misalnya hak atas paten, merek, hak cipta, izin bisnis, dan bentuk-bentuk perjanjian dengan pihak yang punya kepentingan, semua aset kita tersebut bisa kita karyakan. Kita bukan bekerja untuk uang tapi uang yang bekerja untuk kita. Begitulah kira-kira penjelasan singkat dan sederhana tentang pendapatan pasif. Lantas apa saja contoh pendapatan pasif yang mungkin cocok untuk kita? yuk mari kita simak terus uraiannya.




Contoh pendapatan pasif
Pendapatan pasif/angsawatara.com


1. Ngonten di website atau blog

Di era keterbukaan informasi, bermodalkan gadget dan kuota data, semua orang akan dengan mudah untuk mengakses informasi melalui media-media yang terpercaya misalnya portal berita, website ataupun blog. Kebutuhan akan sumber informasi yang kredible dan terpercaya membuat search engine dan perusahaan besar seperti Google sangat menghargai para blogger dan penulis konten. 

Kamu bisa menjadi penulis artikel di web maupun blog pribadi dan mendapatkan penghasilan. Kamu hanya perlu menyiapkan gadget, jaringan internet, nama domain, hosting dan kemauan untuk menulis.
Membuat artikel dengan tema yang menarik secara rutin, review produk, sharing pengalaman pengetahuan bahkan bisa juga membuat promosi melalui artikel di website kamu.

Pilihlah tema website dan konten artikel sesuai yang kamu sukai dan kuasai agar tidak memberatkan dan pilihlah tema yang membuatmu terus semangat untuk ngonten. Ketika sudah memenuhi syarat untuk monetisasi, kamu bisa mendaftarkan website kamu untuk adsense di Google, selain adsense kamu bisa juga menjalankan affiliate marketing di websitemu dan mendapat penghasilan dari komisi penjualan.


2. Melakukan Afiliasi Marketing

Affiliate marketing atau penjualan berafiliasi merupakan salah satu alternatif untuk memperoleh pendapatan pasif. Kamu berperan sebagai afiliator yang mempromosikan brand atau produk dan mendapat komisi dari transaksi atau penjualan dari brand yang kamu promosikan. Kamu bisa menjalankan afiliasi marketing melalui banyak cara misalnya share link yang sudah digenerate sesuai id mu, pasang banner iklan, pasang kupon afiliasi, pasang kode promo dsb. 

Semua cara afiliasi tersebut akan sangat gampang kamu lakukan di website atau blog yang kamu miliki, jika kamu punya website kamu bisa pasang berbagai metode afiliasi tersebut di antarmuka blogmu. Selain website kamu juga bisa melakukan afiliasi marketing hanya bermodalkan android dengan share kupon promo, link generate dsb. Berbagai perusahaan besar sudah menawarkan berbagai program afiliasi misalanya Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Niagahoster, Amazon, Alibaba dll, pilihlah yang menawarkan program yang menguntungkan dan sesuai yang kamu sukai.

3. Membuat Konten YouTube

Youtube merupakan platform digital berbagi video terbesar hari ini yang terbukti membayar bahkan bisa menghidupi para konten kreatornya. Sebagai media besar yang terafiliasi dengan Google, Youtube
merupakan alternatif sumber pendapatan pasif yang layak kamu coba. Seiring semakin bertambahnya jumlah user dan konten kreatornya, Youtube memperbarui persyaratan kemitraan agar bisa bekerja sama dengan mereka.

Kamu perlu menyiapkan akun, memilih tema video yang menarik, mengupload secara rutin, menempuh 4000 jam tayang dan 1000 subscriber agar bisa di terima untuk program monetisasi. Menjadi youtuber memerlukan kreatifitas dan kesabaran yang luar biasa, tidak ada yang instan, tetapi jika kamu sudah memenuhi syarat untuk monetisasi maka kamu berpeluang besar untuk memperoleh pendapatan pasif yang besar.

4. Menjual Konten Fotografi di Website Penyedia Gambar Berbayar

Website fotografi seperti Shutterstock, iStockphoto, Adobe Stock, Dreamstime, Alamy dsb. menyediakan fasilitas untuk kamu para fotografer dan penghobi fotografi agar bisa menjual konten grafis. Lumayan untuk bisa menambah penghasilan, kamu bisa membuat akun di platform sesuai yang kamu suka kemudian membuat portofolio foto yang kamu jual. 

Tentu saja ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus kamu penuhi agar kamu bisa mendapat royalti dan bisa melakukan jual beli di situs tersebut. Menjual konten grafis baik foto dan video tidak hanya bisa melalui cara seperti diatas, kamu juga bisa menjual kontenmu di websitemu sendiri. Menjual konten grafis merupakan salah satu alternatif yang bagus untuk kamu coba agar memperoleh pendapatan pasif.

5. Membuat dan Menjual Ebook

Jika kamu memiliki kemampuan atau keahlian dalam sebuah bidang, ingin mengkomersilkan pengetahuanmu dalam bentuk tulisan digital, kamu bisa mencoba untuk mulai membuat buku elektronik atau ebook. Setelahnya, kamu bisa menjualnya secara online, seperti misalnya di Google books. Tidak hanya itu, kalau kamu memiliki toko online atau website pribadi, kamu bisa menjualnya melalui hal itu.

Contoh pendapatan pasif
Contoh Pendapatan Pasif/angsawatara.com


6. Melakukan Investasi

Investasi bertujuan untuk melipat gandakan aset dan memperoleh keuntungan seoptimal dan semaksimal mungkin. Keuntungan yang kamu dapat dari investasi bisa kamu manfaatkan sebagai passive income. Berbagai produk atau instrumen investasi bisa kamu pilih sesuai dengan profil resiko kamu, baik investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Instrumen investasi yang bisa kamu coba diantaranya meliputi saham, reksadana, deposito, tabungan berjangka, emas, aset crypto, tanah, bangunan dsb.

7. Menjual Karya atau Aset Kreatif untuk Royalti

Jika kamu seorang musisi, aktor, atau penulis berbakat, kamu bisa mendapatkan royalti dari pekerjaan kamu. Orang akan membayar kamu untuk menggunakan karya atau aset kreatif kamu. Jika kamu penulis berbakat, bisa lho memulai untuk membuat buku untuk dipublikasikan. Begitu juga jika kamu seorang musisi, bisa menjual musik/beat yang kamu buat secara online seperti melalui tunecore atau dittomusic.

8. Jual Beli Domain atau Website

Jika kamu telah memasukkan waktu dan usaha untuk membangun sebuah situs web dan kamu telah mendapatkan banyak pengunjung, kamu mungkin bisa menjualnya ke pihak yang berkepentingan dengan mencantumkan di pasar seperti Flippa.


9. Menjual Produk Fisik

Sama seperti dengan situs blogging, ada beberapa cara untuk mendapatkan passive income dengan menjual produk fisik. Mungkin salah satu cara yang paling dikenal adalah menjual produk bekas lama kamu di eBay. Tetapi bahkan jika kamu tidak memiliki barang yang tersisa untuk dijual, kamu bisa mulai berbelanja.

Di sinilah kamu menjual produk untuk sebuah perusahaan di Tokopedia, Shopee dan mereka akan mengurus sisanya – termasuk pengiriman. Kamu juga bisa meluncurkan toko online kamu sendiri dengan memanfaatkan banyak marketplace yang sudah tersedia saat ini. Mereka benar-benar memberi kamu semua yang kamu butuhkan untuk menjual produk secara online.

10. Sewa Tanah dan Properti

Hal terakhir yang dapat kamu lakukan adalah dengan menyewakan tanah atau properti yang kamu miliki. Dalam hal ini, tentunya kamu harus memiliki sebuah properti atau tanah terlebih dahulu.

Untuk membeli sebuah properti mungkin akan dibutuhkan modal besar di awalnya, namun jika kamu membeli aset di lokasi yang tepat, percayalah bahwa aset ini akan menghasilkan passive income yang besar bagi kamu dikemudian hari. Aset tersebut bisa kamu bangun bisa juga kamu sewakan, misalnya untuk kos-kosan, kontrakan, apartemen, untuk minimarket, pom bensin dsb.

Nah begitulah 10 cara untuk memperoleh pendapatan pasif yang bisa kamu coba untuk menambah penghasilan kamu, selamat mencoba.