Header Ads Widget

Penjelasan Sederhana Tentang Saham Blue Chip dan Cara Membelinya


Saham Blue Chip
Saham Blue Chip/angsawatara.com

Saham blue chip merupakan istilah umum yang sering dijumpai di pasar modal. Saham blue chip ini biasanya adalah saham lapis satu atau saham dari perusahaan besar yang labanya stabil. Jadi saham kategori ini biasanya ada dalam daftar Indeks LQ45 atau IDX30 dengan kapitalisasi market yang besar.

Saham blue chip umumnya merupakan saham perusahaan yang sudah mapan dan sehat dari segi finansial maupun fundamental yang konsisten menyampaikan laporan keuangannya, ketika sedang baik ataupun buruk.


Istilah blue chip sebenarnya berasal dari permainan judi poker. Dalam dunia judi, ada tiga keping koin (chip) yang berwarna merah, putih, dan biru. Keping berwarna biru nilainya paling besar di antara yang lain.

Lalu apa saja yang termasuk dalam daftar saham kategori ini? Yuk, simak ulasan lengkap dan informasi terbarunya di sini!

Berikut ini 20 Kategori Saham Blue Chip (keping biru)

Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI): Konstruksi
Adaro Energy Tbk (ADRO): Tambang
AKR Corporindo Tbk (AKRA): Logistik
Aneka Tambang Tbk (ANTM): Tambang
Astra International Tbk (ASII): Otomotif
Bank Central Asia Tbk (BBCA): Perbankan
Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Perbankan
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Perbankan
Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN): Perbankan
BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR): Perbankan
Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI): Perbankan
Global Mediacom Tbk (BMTR): Media
Barito Pacific Tbk (BRPT): Kimia
Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE): Properti
Bumi Resource Tbk (BUMI): Tambang
Gudang Garam Tbk (GGRM): Rokok
HM Sampoerna Tbk (HMSP): Rokok
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): Makanan
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk (TLKM): Telekomunikasi
United Tractors Tbk (UNTR): Alat berat.

Karakteristik dan Ciri Saham Blue Chip

1. Punya kapitalisasi besar

Maksudnya kapitalisasi apa sih? Itu adalah harga perusahaan jika pengin “dibeli” secara utuh. Kapitalisasi bisa dihitung dengan cara mengalikan harga saham dengan jumlah lembar saham yang beredar di pasaran.

Penggolongannya biasanya ketika kapitalisasinya mencapai Rp10 triliun ke atas maka udah dikatakan besar. Sedangkan kalau kapitalisasinya antara Rp500 miliar hingga Rp10 triliun, maka sahamnya bakal dikategorikan sebagai saham lapis dua. Dan buat Rp500 miliar ke bawah, tentu aja masuk lapis tiga.

2. Bertengger lama di bursa

Lama sebuah saham di bursa tidak lantas menjadikan saham tersebut tiba-tiba jadi blue chip. Tapi kalau udah lama dan perusahaan tersebut mengalami peningkatan laba dan perkembangan yang signifikan,  baru deh sahamnya bisa ditentukan bakal jadi blue chip atau gak.

3. Ramai diperdagangkan

Ramai diperdagangkan bisa disebut juga “likuid”. Jadi, banyak investor perorangan atau lembaga yang memiliki dan memperdagangkan saham ini. Saham-saham kategori blue chip juga selalu masuk ke daftar teraktif di bursa.

Istilah LQ45 adalah indeks yang isinya saham-saham likuid. Rata-rata saham blue chip ada di indeks tersebut. Tapi bukan berarti semua yang di LQ 45 itu blue chip ya. Bisa jadi ada saham yang emang saat itu karena sektornya lagi ramai, bukan karena laba perusahaannya lagi menanjak.

4. Saham dari perusahaan yang jadi market leader

Nah, tolak ukur ini bisa jadi cara yang termudah buat menentukan sebuah saham itu bisa dikatakan blue chip. Sebut aja seperti Astra (ASII), atau PT Telkom (TLKM). Keduanya adalah perusahaan yang jadi market leader di sektornya. Produk-produk mereka kerap digunakan masyarakat. Perusahaan tersebut bisa “memonopoli” pasar, maka udah pasti sahamnya ya jadi blue chip.

Cara Membeli Saham Blue Chip

Cara membeli saham ini tidak berbeda dengan cara beli saham pada umumnya. Pertama-tama, kamu harus membuka rekening dana nasabah (RDN) saham di perusahaan sekuritas tepercaya yang merupakan anggota bursa di BEI atau bisa juga melalui aplikasi smartphone.

Setelah itu kamu perlu menyetorkan dana ke RDN. Jika sudah memiliki RDN yang berisi dana, kamu bisa memulai untuk order beli ataupun order jual yang kamu inginkan melalui aplikasi perdagangan saham.

Perbedaan Saham Blue Chp, Saham Lapis satu dan Saham Lapis Tiga

Saham keping biru merupakan saham lapis satu. Sisanya ada saham lapis dua dan tiga. Saham lapis dua bisa diartikan sebagai saham second liner alias yang tergolong menengah. Gak terlalu besar tapi tergolong likuid dan harga perlembarnya murah. 

Di tahun ini, ada juga kok saham lapis dua yang nilainya meningkat. Sementara itu saham lapis tiga adalah yang kinerjanya buruk dan gak likuid. Saham-saham ini pun cukup sering “digoreng” oleh bandar.

Kelebihan dan Kekurangan Saham Blue Chip

Meskipun emiten merupakan saham blue chip bukan berarti pasti untung. Secara risiko, blue chip bisa dikatakan lebih aman dari yang lain. Risiko fluktuatif nilainya pun lebih rendah ketimbang saham lapis dua dan tiga. Namun ingat lho, harga nya nggak murah.

Sedangkan saham lapis dua atau tiga harganya cenderung lebih murah, dan kadang ada masa-masa di mana valuasi saham lapis dua meningkat. Kebayang dong kalau kamu beli saham ini saat harganya jatuh, dan tiba-tiba sebulan kemudian valuasinya naik sampai lebih dari 50 persen. Pasti untung!

Namun jika naiknya gak wajar, maka Bursa Efek Indonesia bisa men-suspend saham tersebut. So, saham itu jadi gak bisa diperdagangkan. Otomatis hal ini bisa merugikanmu sebagai trader. Modal kamu buat investasi jadi sia-sia, apalagi kalau suspensinya sampai tiga bulanan.

Kapan Harus Membeli Saham “Keping Biru"?

Kalau dilihat dari harga saham, harga saham Blue Chip emang lebih mahal. Tapi dari sisi kestabilan, tentu aja bagus. Oleh karena itu, investasi saham unggulan ini emang pas buat investasi jangka panjang. Jika kamu tertarik buat berinvestasi jangka pendek, beli aja yang lapis dua dan gunakan rumus investasi beli saat turun jual saat naik. 

Selain jangka panjang, investasi saham Blue Chip ini juga cocok buat mereka yang baru pengin belajar berinvestasi di sektor saham. Seperti yang dijelaskan di atas, fluktuasi nilai saham jenis blue chip juga gak terlalu tinggi. Itu yang bikin risiko investasi dengan membeli saham ini cukup rendah.





Posting Komentar

0 Komentar