Header Ads Widget

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Supaya Hemat dan Tidak Boros

  

Mengatur Keuangan Rumah Tangga Supaya Hemat
Mengatur Keuangan Rumah Tangga Supaya Hemat/angsawatara.com

Manfaat Positif dari Keuangan Rumah Tangga yang Teratur

angsawatara.com - Mengatur keuangan rumah tangga agar tetap hemat dan tidak boros bisa membantu kamu supaya arus keuangan keluarga lebih sehat. Keuangan keluarga yang teratur dan sehat akan meminimalisir pengeluaran yang tidak terkontrol, terutama pengeluaran yang sifatnya impulsif karena hutang, misalnya dengan mengontol penggunaan kartu kredit. Jadi, dengan mengelola secara teratur Anda bisa lebih meminimalisir kemungkinan terjebak dalam hutang. Hal tersebut bisa berdampak pada keamanan status iDebt (informasi debitur) kamu di SLIK OJK.

Selain itu dengan mengelola keuangan rumah tangga secara teratur bisa menghindarkan kamu dari keuangan yang boros dan tidak produktif. Keuangan rumah tangga perlu diatur agar kamu tahu secara persis dapat mengalokasikan berapa uang yang harus kamu keluarkan dan batasan pengeluaran kamu agar tidak berlebihan.

Dengan begitu keluarga kamu bisa menabung lebih banyak. Kamu pun bisa mengatur alokasi keuangan dengan tepat, misalnya mana yang harsu dialokasikan untuk tabungan, mana yang akan dialokasikan untuk investasi, mana yang akan dialokasikan untuk membyar hutang, dan mana yang akan dipersiapkan untuk dana pendidikan, dana darurat suatu saat nanti, dan sebagainya.

Mengatur Keuangan Keluarga Bersama Anggota Keluarga

Partisipasi aktif dari anggota keluarga sangat penting untuk keberhasilan dalam mengatur keuangan rumah tangga. Kamu tidak bisa bekerja sendirian karena ini menyangkut hajat hidup anggota keluargamu, sedikit banyak akan mempengaruhi pola hidup keluarga sehingga melibatkan mereka terkait situasi keuangan keluarga adalah hal yang bijak.

Musyawarahkan bersama terkait keputusan keuangan yang akan diambil. Kesepakatan bersama anggota keluarga akan membantu rencana keuangan berjalan dengan semestinya. Jelaskan dengan rinci bagaimana kondisi keuangan keluarga saat ini, apa langkah-langkah yang akan diambil, dan pembagian peran secara aktif. Jelaskan kepada anak-anak dengan sederhana misalnya keuangan keluarga akan diperketat karena harus membayar hutang, atau penghematan harus dilakukan untuk modal investasi, biaya pendidikan dst. Kuncinya adalah partisifasi aktif dari keluarga supaya arus keuangan keluarga tetap sehat.

Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

Mengatur keuangan rumah tangga sehingga berjalanan sesua rencana dan tujuan memang memerlukan ketelatenan.  Banyak tantangan yang akan kamu temui, misalnya ada saja kebutuhan yang membuat kamu harus mengeluarkan uang melebihi anggaran. Selalu saja ada hal-hal yang membuat mu dan keluarga menjadi tidak bisa menabung. Permasalahan yang umum dilakukan adalah pengelolaan keuangan yang kurang tepat. Ada berbagai pos pengeluaran yang belum terdata, atau alokasi dananya terlalu minim di pos tertentu dan terlalu berlebihan di pos yang lain. Untuk mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros serta apa kunci sukses mengatur keuangan keluarga, simak poin-poin berikut:

1. Buat Daftar Pos Pengeluaran

Skala prioritas penting untuk memudahkan dalam eksekusi rencana keuangan keluarga kamu agar efektif, efisien dan tidak jebol. Skala prioritas ini disusun berdasar prioritas pos pengeluaran yang mendesak yang utamanya adalah penting untuk segera dipenuhi.

Dengan membuat daftar pos alokasi pengeluaran, dana rumah tangga menjadi lebih tertata dan sistematis. Misalnya pendapatan bulanan kamu alokasikan untuk :
a. Membayar pajak dan potongan 
b. Donasi (Zakat/Persepuluhan) 
c.Tabungan dan Investasi 
d. Premi Asuransi 
e. Bayar Hutang dan Cicilan 
f. Pengeluaran Rumah Tangga (sandang, pangan, papan)

Setelah mengetahui pos pengeluaran, cobalah mulai mengalokasikan dana untuk setiap pos yang ada. Anda bisa menggunakan aplikasi gratis maupun menggunakan tabel spreadsheet di Excel. Hal ini akan membantu Anda untuk menghitung setiap jenis pengeluaran, dan melihat perlu tidaknya mengalokasikan uang sebanyak itu. Selain membantu mengatur keuangan rumah tangga, daftar ini akan menjadi pengingat bahwa kebutuhan prioritas harus terpenuhi terlebih dahulu baru kemudian bisa dialokasikan untuk kebutuhan sekunder dan tersier.

2. Buat Kalender dan Jadwal Tagihan

Jadwal dan kalender tagihan penting untuk kamu buat, supaya lebih teratur dalam alokasi pos anggaran dan pengeluaran. Dengan begitu kamu akan lebih mudah dalam menetapkan skala prioritas pos pengeluaran mana yang harus kamu dahulukan. Kalender dan jadwal tagihan selain membantu rencana keuanganmu agar lebih teratur berfungsi juga sebagai reminder agar tagihan tidak terlewat sehingga berubah menjadi denda yang bisa membuat tagihan dan pengeluaran keluarga justru membengkak.

3. Bayar Hutang yang Sudah Jatuh Tempo Secara Tertib

Membayar hutang secara rutin dan tertib penting supaya anggaran kamu tidak membengkak dengan bertambahnya denda ataupun bunga yang tertunggak. Selain itu ketika kamu mampu membayar hutang secara tertib sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan akan membuat reputasimu bagus di mata pemberi hutang atau kreditur. Kepercayaan terhadapmu dan keluargamu akan meningkat.

Mendaftar dalam program manajemen hutang bisa membuatmu mendapatkan keringanan untuk melunasi hutang kartu kredit maupun KTA. Dengan begitu hal ini bisa membantu kamu untuk meringankan anggaran setiap bulan. Mengikuti program manajemen hutang cukup efektif, terutama bagi kamu yang memang memiliki kesulitan dalam membayar utang setiap bulannya.

4. Membuat Target dan Tujuan dalam Menabung

Kemampuan menabung adalah salah satu kunci sukses dalam mengatur keuangan rumah tangga. Menabung dengan menyisihkan bagian dari pendapatan tiap bulan, bukan dengan uang sisa tetapi memang sengaja menyisihkan sebagian uang, dengan begitu menabung akan menjadi kewajiban rutin dengan alokasi anggaran yang pasti.

Setidaknya dengan menyisihkan 10% - 30% pendapatan bulanan ke rekening tabungan, hal ini bisa memberikan dampak yang besar untuk keuanganmu Hasil dari tabungan tentunya bisa dialokasikan untuk hal seperti membeli aset dengan down payment (DP) lebih besar sehingga cicilan lebih ringan, untuk berlibur, dana pendidikan, maupun untuk pengeluaran lain yang memang dibutuhkan.


5. Sisihkan Uang untuk Dana Darurat

Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk digunakan dalam keadaan darurat, seperti apabila kamu jatuh sakit atau mungkin dipecat dari pekerjaan. Mengapa dana darurat dan tabungan harus dipisahkan? Tentu saja sebagai jaga-jaga menggantikan penghasilan utama ketika kondisi terdesak. 

Fungsi dana darurat akan sangat terasa ketika sumber penghasilan utama kamu benar-benar hilang, sehingga memang benar-benar tidak boleh digunakan sama sekali dan harus dialokasikan dalam sebuah rekening tabungan khusus.

Dana darurat yang perlu disiapkan biasanya berdasarkan jumlah gaji bulanan anda. Anda bisa mempersiapkan dana darurat sebanyak 3, 6, atau 12 kali dari jumlah gaji bulanan anda. Biasanya bagi yang masih single, cukup 3 kali jumlah gaji. Untuk yang sudah berkeluarga, ada baiknya menyiapkan minimal 6 atau 12 kali dari jumlah gaji Anda. 

6. Pantau Pengeluaran Secara Rutin

Monitoring pengeluaran secara rutin sangat penting supaya rencana keuangan berjalan sesuai rencana. Ketegasan untuk mengambil keputusan sesuai skala prioritas sangat diperlukan. 

Setelah mengetahui pos pengeluaran apa saja dan berapa nominal yang dialokasikan untuk setiap pos, inilah waktunya untuk melakukan implementasi dan evaluasi. 

Cobalah untuk terus memantau pengeluaran selama sebulan, apakah alokasi yang kamu buat untuk keuangan keluarga sudah cukup atau masih kurang. Lihat lagi di pos mana yang membutuhkan nominal lebih, serta di pos mana sebaiknya dikurangi atau bahkan dihilangkan.

7. Tidak Berlebihan Menggunakan Kartu Kredit

Hindari untuk menggunakan kartu kredit dalam pembayaran sehari-hari. Kartu kredit memang baik digunakan untuk mendapatkan promo, sehingga kamu bisa membayar lebih murah. Namun begitu, jika menggunakan kartu kredit secara terus menerus, biasanya akan ada kecenderungan untuk menggunakan secara tidak terkontrol. Tentunya hal ini bisa memberikan dampak buruk jika terjadi tanpa sadar, tagihan yang datang di bulan depan bisa membengkak secara tiba-tiba.

Maka dari itu, ubah kebiasaan untuk selalu menggunakan uang tunai untuk transaksi sehari-hari. Jika ingin lebih efisien, kamu bisa menggunakan kartu debit atau uang elektronik berupa e-money (Mandiri) / Flazz (BCA) / Brizzi (BRI) / TapCash (BNI). Pastikan kartu debit atau uang elektronik yang kamu gunakan memang sudah dibatasi nominalnya untuk penggunaan sehari-hari, sehingga memang merupakan kartu yang berbeda dari kartu rekening khusus menabung.

Kesimpulan

Itu tadi beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga supaya tetap hemat dan tidak boros. Hal-hal penting seperti 1. Buat Daftar Pos Pengeluaran 2. Buat Kalender dan Jadwal Tagihan 3. Bayar Hutang yang Sudah Jatuh Tempo Secara Tertib 4. Membuat Target dan Tujuan dalam Menabung 5. Sisihkan Uang untuk Dana Darurat 6. Pantau Pengeluaran Secara Rutin 7. Mengubah Kebiasan untuk Selalu Menggunakan Uang Tunai atau Kartu Debit, semuanya harus kamu jalankan secara teratur dan konsekuen agar keuangan rumah tangga terkelola dengan baik dan aman. Goalnya adalah tercipta rumah tangga yang harmonis, sejahtera, kebutuhan tercukupi, hemat, produktif dan aman secara finansial. Selamat mencoba, good luck!



Posting Komentar

0 Komentar