Header Ads Widget

Cara Mempersiapkan Biaya Untuk Pendidikan Anak di Masa Depan

Dana pendidikan anak
Mempersiapkan Dana Pendidikan/angsawatara.com

Mempersiapkan dan Mengatur Dana Pendidikan Anak 

angsawatara.com - Kelahiran buah hati tidak dapat dipungkiri merupakan dambaan bagi para orang tua. Orang tua tentu selalu berharap yang terbaik untuk anak-anaknya, maka menyiapkan rencana keuangan yang baik demi masa depan buah hati agar terpenuhi kebutuhan dan hak-haknya adalah solusinya. 

Umumnya pengeluaran keluarga akan bertambah seiring dengan kelahiran buah hati. Apalagi bagi keluarga dengan income yang masih pas-pasan, tentu saja perencanaan keuangan sangat diperlukan. Inilah sebabnya terkadang untuk membantu menambah income, ibu sebaiknya juga harus mandiri dan memiliki penghasilan sampingan misalnya dengan bisnis rumahan.


Ibu rumah tangga harus mandiri jangan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan. Karena selain untuk membantu menambah income keluarga, memiliki bisnis atau usaha sampingan adalah sebagai sarana untuk pengembangan diri, melatih berpikir dan promblem solving, sebagai wadah kreativitas, menambah relasi, bahkan sarana menghibur diri dari kejenuhan. Tentu saja dengan tidak melupakan tanggung jawab utamanya sebagai seorang ibu. 

Bagi mereka yang memiliki penghasilan tidak terlalu besar, tentu harus mempunyai strategi yang tepat agar operasional rumah tangga tetap berjalan secara optimal. Terutama untuk rumah tangga baru, pasangan yang baru menikah secara umum dari segi keuangan biasanya belum stabil. Cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta atau bahkan kurang sebenarnya tidak mustahil asal kamu tahu dan mengerti triknya.


Nah, simak panduan berikut ini untuk menambah wawasan kamu.

1. Membuat Rencana Keuangan Setiap Bulan

Lakukan evaluasi dahulu berapa total pendapatan yang didapatkan setiap bulan dari berbagai sumber. Ini akan membantu kamu untuk bersikap obyektif tanpa perlu terlalu kikir. Yang terpenting adalah menyesuaikan ketersediaan dana dengan pengeluaran sebaik mungkin. Pendapatan dan pengeluaran harus diatur dan disinkronkan, jangan sampai besar pasak dari pada tiang. 

Utamakan pengeluaran untuk kebutuhan pokok, seperti berbelanja bulanan, membayar tagihan rutin, investasi, biaya sekolah dan membayar cicilan pinjaman jika ada.

2. Menyimpan dan Menyiapkan Dana Darurat

Baik pasangan baru atau sudah lama wajib mengatur dana darurat. Ini sebagaimana yang direkomendasikan oleh Jane Nowak, seorang konsultan keuangan dari Amerika Serikat. Dana darurat adalah tabungan yang sama sekali tak boleh digunakan selain pada kondisi darurat.

Pengertian darurat memang sangat subyektif dan kamu dapat membuat kesepakatan sendiri bersama pasangan kamu. Misalnya saat kepala keluarga tiba-tiba di PHK, perbaikan rumah mendadak, musibah, atau ada anggota keluarga yang tiba-tiba sakit parah dan perlu perawatan. 

Mempunyai tabungan darurat akan menyelamatkanmu di masa-masa sulit. Itulah mengapa dana darurat dan dana insidental sangat penting untuk dipersiapkan. Caranya sisihkan sebagian pendapatan kamu misalnya hingga nominalnya mencapai 6 bulan gaji atau bahkan 12 bulan gaji. Dana tersebut tidak digunakan kecuali terbatas untuk dana darurat. 

3. Cermat Mengatur Pengeluaran

Terutama para ibu harus cermat memilih cara mengatur keuangan bulanan dan mempunyai mental baja untuk merealisasikannya. Pastikan berpedoman pada rencana keuangan yang sudah dibuat walaupun godaan berbelanja ada dimana-mana. Ini untuk menghindari pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan.

Cara paling mudah yang dapat dipraktekkan adalah selalu membawa catatan saat belanja bulanan dan hindari kebiasaan berkeliling untuk “melihat-lihat”. Pastikan tidak membeli sesuatu di luar catatan tersebut agar tidak boros.

Siapkan daftar prioritas untuk belanja dan pengeluaran, yang paling sederhana adalah dengan memisahkan antara kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Skala prioritas yang harus kamu siapkan diantara seperti, 
a. Membayar cicilan, pajak & hutang
b. Zakat atau persepuluhan
c. Kebutuhan sehari-hari
d. Investasikan uang kamu 
e. Kebutuhan sekunder & tersier


4. Menabung

Cara mengatur keuangan rumah tangga dengan penghasilan minim memang tidak mudah, apalagi jika harus menyisihkan uang untuk menabung. Menghemat pengeluaran adalah satu-satunya cara agar gaji bulanan masih tersisa untuk disimpan. Caranya adalah memperkecil pengeluaran dana yang tergolong konsumtif.

Misalnya menghentikan kebiasaan nongkrong di café, nonton di bioskop setiap pekan, atau berbelanja pakaian setiap bulan. Agar niat menabung terealisasi, setiap bulan saat menerima gaji segera sisihkan sekian persen untuk ditabung. Jumlah idealnya adalah 30% dari total gaji, tetapi jika tak memungkinkan paling sedikit adalah 10%.

Hal tersebut bisa disiasati misalnya dengan membuat rekening baru tanpa ATM untuk menyimpan tabungan ini agar tidak tergoda untuk mengambilnya.

Dana Pendidikan/angsawatara.com


6. Berinvestasi

Menabung erat kaitannya dengan berinvestasi. Sebaiknya tidak hanya berhenti pada menyimpan uang saja melainkan mengembangkannya agar jumlahnya semakin banyak. Saat ini semakin mudah memilih instrumen investasi yang dapat disesuaikan dengan ketersediaan dana.


Sobat angsawatara bisa memilih investasi emas, reksadana, saham, tabungan berjangka, deposito, membeli tanah/property untuk disewakan dan lain-lain. Bicarakan hal ini dengan pasangan kamu, dan cari tahun informaai terkait media untuk berinvestasi sedatail mungkin. 


7. Mempersiapkan Dana Pendidikan Untuk Anak

Setelah mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros, kamu juga perlu tahu bagaimana mempersiapkan masa depan anak. Salah satunya dengan menyediakan dana pendidikan yang memadai.

Setiap tahun biaya sekolah semakin melangit apalagi jika kamu bercita-cita mendaftarkan buah hati di lembaga pendidikan terbaik. Belum lagi mendaftarkannya ke berbagai kursus untuk meningkatkan potensi buah hati. Semua ini tentu memerlukan dana yang cukup besar.


Inilah beberapa hal yang perlu kamu lakukan dalam manajemen keuangan rumah tangga untuk mempersiapkan masa depan terbaik untuk anak.

a. Tentukan besarnya dana untuk biaya pendidikan anak mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. 

b. Pilih lembaga pendidikan yang kamu cita-citakan untuk sekolah putra-putri kamu, berikutnya lakukan survei tarif sekolahnya mulai dari uang pangkal, semester, dan lain-lain.

c. Buatlah perkiraan kenaikan biaya pendidikan agar kamu memiliki estimasi angka total biaya untuk setiap jenjang pendidikan.

d. Langkah selanjutnya adalah memilih instrumen simpanan atau investasi keuangan untuk merealisasikan target tarif pendidikan tersebut.

Jika memang jumlah penghasilan bulanan belum memungkinkan untuk disimpan sebagai dana pendidikan, kamu bisa membuat prioritas dengan memulai perencanaan dari waktu yang terdekat, misalnya perencanaan untuk sekolah PAUD, TK, dan SD untuk anak. Lakukan secara bertahap untuk jenjang sekolah berikutnya.

Demikian artikel dari Angsawatara yang dikutip dan disarikan dari berbagai sumber, semoga bermanfaat, selamat mencoba. 



© 2021 Angsawatara






Posting Komentar

0 Komentar