Header Ads Widget

Berikut Ini Cara Berinvestasi Untuk Kamu Para Pemula Supaya Tidak Bangkrut

Produk Investasi Untuk Pemula
Belajar Investasi/angsawatara.com

angsawatara.com - Di era digital minat masyarakat terhadap dunia investasi semakin meningkat. Kini, kegiatan investasi dapat dilakukan melalui berbagai media dan platform, misalnya saja aplikasi ponsel. Namun, buat kamu yang masih pemula dan berniat untuk mulai berinvestasi, pasti kendala umumnya bingung harus mulai dari mana. Tenang, Angsawatara sudah menyiapkan beberapa tips investasi untuk pemula yang bisa kamu ikuti agar kamu bisa memulainya tanpa ragu-ragu. 

Ketika mendengar istilah investasi, apakah yang terbersit dalam kepala kita? Investasi adalah salah satu cara untuk mengelola keuangan kita dengan menaruh aset atau modal pada produk keuangan tertentu dan mengharapkan imbal hasil di waktu mendatang. Kegiatan investasi cocok dilakukan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan misalnya seperti liburan bersama orang-orang tersayang, membeli kendaraan, mempersiapkan uang muka kepemilikan rumah atau apartemen, membeli property, biaya pernikahan, biaya pendidikan anak, hingga dana pensiun untuk hari tua nanti.

Di era yang serba canggih seperti sekarang, banyak sekali jenis investasi menguntungkan yang bisa kamu temukan.  Kamu tinggal memilih jenis investasi mana yang kira-kira cocok untuk kamu, termasuk cara investasi saham.

Banyak orang yang belum menyadari, betapa pentingnya berinvestasi. Orang-orang yang sadar akan pentingnya investasi pasti akan mempertimbangkan baik-baik, mana uang yang harus ditabung dan mana yang harus diinvestasikan.

Kunci utama dalam berinvestasi adalah jangan pernah menganggap sepele hal kecil sekalipun, karena bisa saja hal kecil tersebut dapat berdampak besar terhadap keuntungan investasi kamu, atau bahkan hal tersebut dapat membuat kerugian dalam investasi kamu.


Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Investasi

Jika kamu tertarik untuk melakukan investasi ada beberapa hal penting yang harus kamu cermati yaitu:

a. Tujuan kamu Melakukan Investasi

Sebelum melakukan investasi ada baiknya jika kamu merencanakan tujuan investasi yang jelas. Jika kamu memiliki tujuan yang jelas dan dijalankan secara sistemastis maka besar kemungkinan bisnis yang kamu kelola pun akan berjalan dengan lancar hingga mencapai kesuksesan.

Banyak pelaku investasi yang mengalami kegagalan dikarenakan hanya memikirkan keuntungan yang akan diraihnya akan tetapi tidak merencanakan tujuan investasi yang jelas dan sistemastis.

Salah satu perencanaan investasi yang baik adalah dengan merencanakan pola keuangan bisnis investasi yang memadai agar bisnis yang kamu jalankan nantinya tidak akan terganggu oleh kendala-kendala keuangan yang tidak perlu.


b. Hitung Pendapatan yang kamu Miliki

Sangat penting untuk mengatur pendapatan yang kamu miliki dengan cara mencatat semua jenis pemasukan keuangan secara rinci. Dengan mencacat semua pemasukan yang kamu miliki tersebut maka kamu akan mengetahui tentang kondisi keuangan kamu.

Jika kamu sudah mengetahui kondisi keuangan dengan baik, maka kamu bisa menyesuaikan banyaknya modal yang akan kamu berikan untuk bisnis kamu tersebut. Pastikan kondisi keuangan kamu ada dalam keadaan yang stabil. Karena jika kondisi keuangan kamu masih dalam keadaan yang tidak menentu maka bisnis investasi yang akan jalankan pun tidak akan berjalan dengan lancar.


c. Hutang Piutang yang kamu Miliki

Hutang piutang juga merupakan hal yang perlu kamu cermati sebelum melakukan investasi. Banyak para pelaku bisnis yang gagal menjalankan bisnisnya karena mengabaikan hal ini.

Dalam dunia bisnis, sangatlah penting untuk memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan dengan cara mengatur strategi yang tepat dan akurat saat akan menanamkan modal investasi.

Jika kamu masih memiliki banyak hutang piutang yang belum terbayarkan maka sebaiknya kamu terlebih dahulu melunasinya, karena bisa jadi hutang piutang tersebut akan menjadi kendala yang dapat mengganggu bisnis investasi yang kamu jalankan.


d. Banyaknya Aset yang kamu Miliki

Aset berharga yang kamu miliki inilah yang akan menjadi modal awal kamu dalam mendapatkan keuntungan investasi di masa yang akan datang. Semakin banyak aset yang kamu miliki maka akan semakin besar pula keuntungan yang mungkin kamu dapatkan karena kamu tidak perlu mencari sumber dana lain untuk menanamkan modal.

Dengan begitu sangatlah penting untuk memperbanyak aset berharga agar stabilitas bisnis yang kamu jalankan pun akan semakin meningkat. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk memperbanyak aset berharga untuk lebih memudahkan kamu dalam melakukan investasi.

Jenis Investasi untuk Pemula

Cara investasi untuk pemula tidak dapat terlepas dari memilih produk investasi yang tepat, diantaranya:


1. Investasi Reksadana

Produk Investasi Untuk Pemula
Investasi Reksadana/angsawatara.com

Reksadana merupakan salah satu investasi yang cocok untuk pemula, karena reksadana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Selain itu, nilai minimal untuk turut serta dalam investasi reksadana pun terbilang rendah, yaitu mulai dari Rp 100.000.

Ada banyak jenis reksadana yang bisa diikuti, mulai dari reksadana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksadana campuran, hingga reksadana pasar saham.

Sebelum mulai investasi pastikan kamu pelajari cara investasi reksadana agar kamu mengerti alur investasi yang akan kamu jalani.

Dana investasi yang kamu alokasikan nantinya akan ‘dimainkan’ oleh Manajer Investasi, maka pilih tujuan reksadana yang tepat. Baca juga prospektusnya dan pahami seluk-beluk di baliknya.

Mendaftar investasi reksadana sebenarnya mirip ketika membuka rekening di bank tertentu. Apabila kamu sudah mulai berinvestasi, nantinya kamu akan akrab dengan istilah Unit Penyertaan (UP) dan Nilai Aktiva Bersih (NAB). 

Cara menghitung keuntungan investasi reksadana sebenarnya cukup mudah.

Ilustrasi

NAB untuk A seharga Rp 1.500. Maka bila kamu membeli 1.000 UP, kamu akan membelinya dengan harga Rp 1.500.000. Di akhir tahun, apabila NAB untuk A naik menjadi Rp 2.000.000, maka kamu untung Rp 500.000.

Bila NAB turun menjadi Rp 1.100.000, berarti rugi Rp 400.000. Rekomendasi yang paling tepat ketika NAB turun di akhir tahun adalah jangan menjualnya terlebih dahulu agar kamu bisa meredam kerugian. 

Sambil berinvestasi, kamu juga bisa mempelajari cara menjaga aset reksadana agar keuntungan investasi kamu dapat terus dimaksimalkan.


2. Investasi Saham

Produk Investasi Untuk Pemula
Investasi Saham/angsawatara.com

Investasi yang cocok untuk pemula berikutnya adalah investasi saham.

Beberapa tahun terakhir, sudah banyak sekali anak muda yang mempelajari cara investasi saham dan mulai berinvestasi pada saham. Hal ini karena akses terhadap pasar saham kini semakin mudah.

Saat ini ada banyak perusahaan sekuritas yang bisa diakses untuk mendaftar dan mulai berkontribusi terhadap pasar saham.

Keuntungan dari investasi saham yang bisa didapat antara lain dari margin jual-beli setiap kepemilikan saham dan juga dividen dari perusahaan yang sahamnya kita miliki.


3. Investasi Emas

Produk Investasi Untuk Pemula
Investasi Emas/angsawatara.com

Investasi emas bisa dibilang salah satu jenis investasi yang paling mudah untuk dimulai. Sederhananya, cara investasi saham bisa didefinisikan sebagai kepemilikan fisik atas emas batangan, bisa berupa emas Antam, atau secara value di platform online yang bergerak di bidang investasi emas.

4. Investasi Properti

Produk Investasi Untuk Pemula
Investasi Property/angsawatara.com

Selain mempelajari cara investasi saham dan emas, kamu juga bisa belajar tentang investasi properti. Berinvestasi pada properti memang membutuhkan uang dengan jumlah yang besar. Namun, keuntungan yang akan kamu dapatkan juga akan besar dalam jangka panjang.

Selain kamu bisa menciptakan passive income dengan aset properti, kamu juga bisa menjadikannya sebagai sebuah investasi yang bisa dijual dalam beberapa tahun ke depannya.

Cobalah berinvestasi dengan dua jenis investasi menguntungkan dan investasi yang cocok untuk pemula di atas secara perlahan sembari mengumpulkan modal, atau kamu juga bisa memulai bisnis.


Secara perlahan, bila kamu sudah memiliki cukup dana, cobalah membeli rumah yang sederhana saja namun berada di daerah yang strategis. Ada banyak rumah yang bisa kamu beli dengan harga mulai dari Rp 450 juta.

Rumah tersebut kemudian bisa kamu sewakan sehingga kamu memiliki pendapatan setiap bulan atau tahun. Saat membeli rumah, cobalah untuk membeli rumah di daerah yang memiliki potensi untuk berkembang, seperti daerah yang di sekitarnya akan di bangun proyek transportasi, pelebaran jalan, dan sebagainya.

Rumah yang kamu beli nantinya akan bertambah nilainya dalam jangka panjang, apalagi karena berada di lokasi yang strategis dan berkembang, bisa mengalami peningkatan harga sekitar 15% hingga 22% setiap tahunnya.
Atau bila kamu berniat untuk menyewakannya, harga sewanya biasanya memiliki rentang 4% hingga 10% per tahunnya. 

Sebagai contoh, kamu membeli rumah seharga Rp 400 juta di Bandung, kemudian kamu menyewakannya seharga Rp 16 juta per tahun kepada keluarga baru menikah yang biasanya masih memiliki keuangan terbatas, kamu bisa meraup passive income dari aset tersebut sebesar Rp 16 juta setiap tahunnya.

Selain mendapatkan passive income, harga rumah tersebut juga akan berangsur-angsur meningkat. Bila peningkatan harga rumah tersebut sebesar 15% setiap tahun dari harga awal, itu artinya dalam 10 tahun harga rumah tersebut menjadi:

Rp 400 juta x 15% = Rp 60.000.000

Rp 60.000.000 x 10 tahun = Rp 600.000.000

Itu artinya, dalam 10 tahun, aset kamu menjadi:

Rp 400.000.000 + Rp 600.000.000 = Rp 1 Miliar

Untuk mendapatkan aset tersebut dengan cepat dan berinvestasi padanya, kamu tentu harus mengumpulkan dana.

Apabila kamu tidak memiliki dana untuk sekarang, kamu bisa mengajukan KPR ke bank dan langsung menyewakannya, agar cicilan KPR bisa dibayar dengan bantuan uang sewa penyewanya.

Nah, itulah 4 jenis investasi yang cocok untuk pemula yang patut untuk dipertimbangkan. Tapi jangan buru-buru, ada baiknya kamu paham investasi apa yang benar-benar cocok untukmu, baik dari segi resiko, modal, dan berbagai analisis teknikal yang dibutuhkan.

Satu hal lagi, sebelum berinvestasi, meskipun tidak wajib usahakan kamu punya proteksi finansial, yakni dalam bentuk jaminan kesehatan maupun asuransi kesehatan.






Posting Komentar

0 Komentar