Header Ads Widget

Cara Aman Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Krisis dan Banyak Hutang


Mengatur Keuangan Rumah Tangga Secara Aman
Mengatur Keuangan Rumah Tangga Secara Aman/angsawatara.com


Daftar Isi Artikel :
  1. Pentingnya Mengatur Keuangan Rumah Tangga
  2. Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga Secara Aman dan Efektif
    1. Kalkulasi seluruh pendapatan kamu
    2. Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan
    3. Buat daftar pengeluaran prioritas bulanan
    4. Siapkan dana darurat atau insidental
    5. Jaga rasio hutang yang wajar dan aman
    6. Alokasikan untuk tabungan, asuransi, dan investasi
  3. Kesimpulan

Pentingnya Mengatur Keuangan Rumah Tangga

angsawatara.com - Mengatur keuangan rumah tangga secara aman, efektif dan efisien penting dilakukan untuk menjamin kelangsungan dan keamanan finansial rumah tangga. Keuangan rumah tangga yang tidak diatur dan dimanajemen secara baik akan menyebabkan masalah keuangan dan krisis dalam rumah tangga, ujung-ujungnya keharmonisan dalam rumah tangga akan terganggu. Tentu semua orang mendambakan kemakmuran, kesejahteraan, semua kebutuhan terpenuhi, termasuk kamu.

Di luar sana banyak kasus keluarga yang tidak harmonis disebabkan oleh masalah keuangan di internal rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik. Belajar dari hal-hal tersebut maka harusnya kamu mulai sadar betapa pentingnya mengelola dan mengatur keuangan rumah tangga dengan baik, efektif dan efisien agar tidak mengalami krisis.


Maka dari itu kamu perlu tahu cara mengatur keuangan rumah tangga yang benar agar seluruh kebutuhan keluarga bisa terpenuhi. Mengatur keuangan rumah tangga bukan hanya menjadi tanggung jawab satu orang saja. Baik suami maupun istri, sama-sama mempunyai peran yang vital dalam mengatur keuangan rumah tangga. Dalam kehidupan rumah tangga pasti tidak lepas dari masalah keuangan. Karena itu, mengatur keuangan rumah tangga bukanlah perkara yang mudah.

Banyak faktor yang mempengaruhi keuangan rumah tangga. Mulai dari kebutuhan wajib yang harus dipenuhi hingga keinginan atau konsumsi yang bersifat tambahan atau hiburan. Lalu bagaimana cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik dan benar? 

Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga Secara Aman dan Efektif

Mengelola Keuangan Rumah Tangga
Mengelola Keuangan Rumah Tangga/narasiinspirasi.com

Berikut ini adalah cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatur keuangan rumah tangga secara aman, efektif dan efisien agar terhindar dari krisis :

1. Kalkulasi seluruh pendapatan kamu

Kalkulasi seluruh pendapatan ini penting untuk menentukan alokasi dan pembagian dana pendapatan yang kamu peroleh agar digunakan secara tepat. Mau kita apakan pendapatan kita nanti, investasi, menabung, bisnis, untuk membayar hutang dan kebutuhan primer, untuk foya-foya, hedon atau hura-hura? 

Tentunya bukan untuk sekedar foya-foya melainkan terutama untuk kebutuhan primer rumah tangga dan sektor produktif. Ingat, yang pertama harus dipenuhi adalah kebutuhan yang bersifat primer. Dengan menghitung seluruh pendapatan, mengatur keuangan rumah tangga menjadi lebih mudah.


Kalkulasi seluruh sumber pendapatan juga penting untuk mengatur keuangan rumah tangga kamu agar efektif. Kalkulasi yang perlu kamu lakukan adalah menghitung seluruh pendapatan yang masuk selama satu bulan. 

Pendapatan yang dimaksud di sini bukan hanya dari penghasilan gaji bulanan, tapi juga termasuk insentif yang kamu dapat bila menerima upah lembur hingga keuntungan bila kamu berinvestasi. Pasca kamu melakukan kalkulasi tentunya dibenak kamu pasti akan melahirkan pemikiran "harus menambah penghasilan, harus berhemat, harus berinvestasi, harus menabung ataupun harus melakukan keharusan-keharusan yang lain."

2. Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Setelah kamu mengetahui kemampuan finansial keluarga kamu berdasar kalkulasi pendapatan yang kamu lakukan, langkah berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah memahami perbedaan antara "kebutuhan" dan "keinginan". Kebutuhan dengan keinginan harus ditarik garis batas pemisah yang jelas, seringkali kita masih mencampur adukan antara keinginan dengan kebutuhan sehingga kacau dalam melakukan pembagian alokasi pendapatan. Keinginan tidak akan pernah terpuaskan karena dia selalu berkembang maupun menyusut, desire inilah yang harus kita kontrol.

Ketika kamu sudah berumah tangga, sudah pasti ada kebutuhan-kebutuhan yang wajib dipenuhi. Contohnya kebutuhan untuk keperluan sehari-hari seperti sandang, pangan, papan hingga alokasi pendidikan apabila kamu memiliki buah hati. Namun, pada praktiknya, keuangan rumah tangga tidak hanya digunakan untuk kebutuhan yang bersifat wajib melainkan juga digunakan untuk belanja yang berdasar dari keinginan semata. 


Celakanya, terkadang kita malah mengalokasikan dana rumah tangga lebih banyak bukan pada kebutuhan tapi keinginan. Padahal, banyak dari keinginan kita yang sebenarnya belum perlu-perlu amat. Contohnya seperti membeli fesyen terbaru, gadget terkini, kendaran mewah, liburan, hingga barang-barang lainnya yang bersifat sekunder dan tersier. Semuanya, bisa memakan dana yang tidak sedikit.

Meski begitu, kesemua hal tersebut bukannya dilarang untuk dipenuhi. Artinya, kamu baru boleh mengalokasikan dana untuk hal-hal tersebut setelah kebutuhan primer rumah tangga terpenuhi. Apa saja kebutuhan primer rumah tangga? Yang pertama jelas kebutuhan untuk hidup sehari-hari seperti sandang, pangan, papan, investasi, membayar hutang, zakat atau persepuluhan, pajak, transportasi, pendidikan anak ataupun cicilan rumah. Penuhi dulu kebutuhan rumah tangga baru alokasikan keuangan untuk keinginan pribadi.

3. Buat daftar pengeluaran prioritas bulanan

Setelah kamu memahami mana kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan, langkah berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah menyusun daftar skala prioritas. Skala prioritas ini penting untuk memudahkan dalam eksekusi rencana keuangan keluarga kamu agar efektif, efisien dan tidak jebol. Skala prioritas ini disusun berdasar prioritas, yang mendesak yang utamanya adalah penting untuk segera dipenuhi.

Dengan membuat daftar prioritas, alokasi dan pengeluaran dana rumah tangga menjadi lebih tertata dan sistematis. Misalnya pendapatan bulanan kamu alokasikan untuk 1. Membayar pajak dan potongan 2. Donasi (Zakat/Persepuluhan) 3.Tabungan dan Investasi 4. Premi Asuransi 5. Bayar Hutang dan Cicilan 6. Pengeluaran Rumah Tangga (sandang, pangan, papan)

Selain membantu mengatur keuangan rumah tangga, daftar ini akan menjadi pengingat bahwa kebutuhan prioritas harus terpenuhi terlebih dahulu baru kemudian bisa dialokasikan untuk kebutuhan sekunder dan tersier.

4. Siapkan dana darurat atau insidental

Bagaimanapun tidak ada yang benar-benar pasti dalam kehidupan ini kecuali kematian demikian juga dalam urusan keuangan. Kondisi yang fluktuatif dan tidak pasti mengharuskan kita untuk senantiasa bersiap dalam melakukan antisipasi. Cara mengatur keuangan rumah tangga berikutnya adalah mempersiapkan dana darurat. Dana darurat ini sangat penting untuk antisipasi hal-hal insidental yang mungkin saja terjadi. Dalam menjalani kehidupan berumah tangga, tidak semuanya bisa berjalan mulus sesuai rencana banyak hal-hal insidental yang bisa saja terjadi tanpa kontrol kita.

Contoh yang sering terjadi adalah musibah seperti kecelakaan, PHK, hingga krisis ekonomi yang berskala besar. Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut terjadi, maka sumber penghasilan rumah tangga bisa terganggu. Saat itulah manfaat memiliki anggaran dana darurat bisa dirasakan. Untuk itu, sebagai cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik penting bagi Anda untuk mempersiapkan dana darurat. 

Caranya, selain untuk kebutuhan pokok, sisihkan sebagian dari penghasilan Anda setiap bulan untuk dana darurat. Besarannya relatif bisa 10-30 persen dari penghasilan yang Anda dapat tiap bulannya. Ingat, uang yang Anda sisihkan setiap bulan adalah untuk dana darurat yang hanya digunakan sewaktu-waktu atau dalam keadaan darurat.

5. Jaga rasio hutang yang wajar dan aman

Tagihan dan kewajiban membayar hutang yang tidak aman dan tidak terkontrol bisa menjadi beban yang membuat keuangan rumah tangga terganggu. Namun, ada sejumlah faktor yang mau tidak mau membuat Anda berhutang. Hutang sebaiknya hanya untuk hal-hal produktif atau untuk memenuhi kebutuhan pokok yang tidak dapat terpenuhi dalam waktu dekat alias yang mendesak saja, misalnya cicilan rumah, dana pendidikan, tagihan rumah sakit, hajat hidup yang mendesak, di luar itu, sebaiknya hindari untuk berhutang.


Selain itu menjaga rasio utang penting dilakukan agar kamu tidak terancam gagal bayar, tidurmu bisa nyenyak, tidak dihantui oleh kegelisahan dan ketakutan. Sebisa mungkin, pastikan kewajiban kamu membayar tagihan hutang tidak melebihi 30 persen dari penghasilan yang kamu miliki. Lebih dari itu, keuangan rumah tangga kamu bisa terganggu. Misalnya pendapatan bulanan kamu 5 jt maka rasio aman hutang kamu adalah 1,5 jt, lebih dari itu finansial kaluarga kamu bisa terganggu.

6. Alokasikan untuk tabungan, asuransi, dan investasi

Ini dia hal yang tidak kalah penting dalam mengatur keuangan rumah tangga, yaitu alokasi pendapatan untuk tabungan, asuransi dan investasi. Kamu perlu mengalokasikan penghasilan untuk keperluan di luar kebutuhan rutin. Antara lain pengeluaran untuk tabungan, asuransi, dan investasi. Ketiganya termasuk dalam cara mengatur keuangan yang baik.


Ketiganya memiliki manfaat yang tidak sedikit. Tabungan, seperti kita ketahui, jelas berguna untuk keperluan saat ini dan masa depan. Penghasilan yang kamu simpan di tabungan bisa digunakan untuk pengeluaran sehari-hari ataupun keperluan mendadak.

Sedangkan asuransi, bermanfaat untuk melindungi diri dari biaya kesehatan. Sementara investasi bisa digunakan sebagai tabungan jangka panjang sehingga uang yang kamu miliki tidak habis begitu saja. Keuntungan yang dihasilkan dari investasi yang kamu lakukan bisa menjamin kehidupan di hari tua nanti, tentu saja tergantung instrumen investasi apa yang kamu pilih.

Kesimpulan

Itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga supaya tidak krisis di kemudian hari, agar sejahtera, keluarga tetap harmonis dan kebutuhan rumah tangga tercukupi. Hal-hal penting seperti menghitung total pendapatan, mengatur antara kebutuhan dan keinginan, menyusun skala prioritas pengeluaran, mengatur rasio hutang yang aman yaitu 30 % dari total pendapatan, menyiapkan dana insidental untuk hal-hal darurat, menyiapkan tabungan dan berinvestasi, semuanya harus kamu jalankan secara teratur dan konsekuen agar keuangan rumah tangga terkelola dengan baik dan aman. Goalnya adalah tercipta rumah tangga yang harmonis, sejahtera, kebutuhan tercukupi dan aman secara finansial. Selamat mencoba, good luck!


Posting Komentar

0 Komentar